LAMPUNG UTARA – Suasana Aula MAN 1 Lampung Utara tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa antusias memadati ruangan untuk menyaksikan secara langsung Debat Pasangan Calon (Paslon) Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode mendatang. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian proses demokrasi di lingkungan madrasah, Senin, 12 Oktober 2026.
Sebelum pelaksanaan debat, rangkaian kegiatan demokrasi ini telah dimulai sejak pagi hari. Usai pelaksanaan upacara bendera, kedua Paslon diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi di lapangan madrasah. Orasi tersebut bertujuan memberikan gambaran kepada seluruh murid mengenai sosok dan gagasan kedua pasangan calon.
Kegiatan orasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Elfa Widhyasari, M.Pd.I. Dalam arahannya di hadapan seluruh murid yang masih berbaris rapi, beliau memberikan pembekalan sekaligus motivasi kepada kedua Paslon. Beliau berpesan agar keduanya mampu menyampaikan gagasan dengan baik, jujur, dan penuh tanggung jawab, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi.
Pada kesempatan orasi tersebut, kedua Paslon secara bergantian menyampaikan visi dan misi mereka kepada seluruh murid. Pemaparan ini menjadi ajang perkenalan awal bagi para kandidat sebelum akhirnya beradu gagasan lebih dalam pada sesi debat di aula madrasah.
Memasuki kegiatan inti, debat yang diikuti oleh dua pasangan calon ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Drs. Kausar, M.Pd.I dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya momentum debat ini sebagai sarana pendidikan demokrasi bagi para murid. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta dan audiens dapat mengikuti jalannya kegiatan dengan tertib, sportif, serta menjunjung tinggi rasa saling menghormati antar sesama kandidat maupun pendukung.
“Debat ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi bagaimana kita belajar berproses secara demokratis, berani menyampaikan gagasan, dan menghargai perbedaan pilihan. Siapapun yang terpilih nanti adalah yang terbaik untuk OSIM MAN 1 Lampung Utara,” ujar beliau dalam sambutannya.
Usai pembukaan, debat yang diikuti oleh dua pasangan calon ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Kedua Paslon diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misi yang telah mereka rancang matang sebelumnya. Mereka menyampaikan gagasan-gagasan segar terkait pengembangan keterampilan, peningkatan prestasi, hingga upaya menciptakan lingkungan madrasah yang lebih inklusif dan religius.
Sesi pemaparan visi dan misi menjadi ajang bagi para kandidat untuk meyakinkan pemilih muda bahwa mereka adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya sekadar teori, kedua Paslon juga menjabarkan program kerja konkret yang akan mereka jalankan jika terpilih nanti.
Memasuki sesi kedua, tensi debat semakin menarik ketika forum membuka sesi tanya jawab. Audiens yang terdiri dari beberapa perwakilan murid dari masing masing kelas diberikan kesempatan untuk menguji kecakapan dan komitmen para calon pemimpin mereka. Berbagai pertanyaan kritis dilontarkan, mulai dari strategi mengatasi kejenuhan belajar, pengelolaan anggaran kegiatan, hingga cara mempererat tali silaturahmi antar kelas.
Masing-masing Paslon menanggapi pertanyaan audiens dengan tangkas dan solutif. Dialog interaktif ini tidak hanya menguji wawasan para calon, tetapi juga menjadi sarana edukasi politik bagi para murid untuk berpikir kritis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan demokrasi praktis di lingkungan madrasah, di mana siswa diajarkan untuk berani menyampaikan pendapat dan menghargai perbedaan pilihan. Debat berlangsung dengan hikmat, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan, mencerminkan budaya santun yang dijunjung tinggi oleh warga madrasah.
Dengan berakhirnya debat ini, diharapkan seluruh murid MAN 1 Lampung Utara dapat menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, dan kualitas dari masing-masing kandidat, demi kemajuan organisasi dan madrasah ke depannya.
(HUMAS MAN 1 LAMPUNG UTARA)

