Lampung Utara, MAN 1 (Humas)— MAN 1 Lampung yang dipimpin oleh Masir Ibrahim, S.Pd., M.Pd. menggelar Tampilan Karya bertemakan Kearifan Lokal Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5-P2RA). Kamis (22/2).

Gelaran Karya P5-P2RA dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, H. Totong Surandi, M.M. diiringi oleh Kasi Penmad, Herry Setiawan, S.Sos.I., M.Pd., Pengawas Pembina, Maritasari, M.Pd, Kepala MAN 1 Lampung Utara, Kepala Komite, Kaur TU, Tenaga Pendidik, Seluruh Staf Karyawan dan Peserta Didik MAN 1 Lampung Utara.

Waka bidang Kurikulum MAN 1 Lampung Utara, Yeni Agustina , S.Pd. menjelaskan dalam laporannya bahwa MAN 1 Lampung Utara baru tahun pertama pelaksanaan kurikulum merdeka sehingga pelaksanaan implementasi P5-P2RA adalah kelas X. “Alhamdulillah pada kelas X sudah melaksanakan tema yaitu kearifan lokal (gelar karya dan pentas budaya).” Tutur Yeni.

Turut hadir menyaksikan kegiatan P5-P2RA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Totong dalam sambutannya memberikan apresiasi berkenaan dengan kegiatan ini untuk bersama-sama menyaksikan apa yang akan ditampilkan pada hari ini. Tutur Totong.

“Pelaksanaan P5-P2RA membuka peluang kepada madrasah untuk menciptkan icon madrasah kita ini yang menjadi ciri khas. Maka dari itu saya berharap kepada anak-anakku untuk menciptakan icon bagus dan berkesan untuk semuanya. Apalagi ada beberapa guru di madrasah ini yang bisa menciptakan icon itu.” Tambahnya.

Sementara itu kepada Kepala MAN 1 Lampung Utara berterima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Kasi Penmad, Pengawas Pembina, dan Kepala Komite. “Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua para tamu undangan telah datang sekaligus memohon maaf yang sebesar-besarnya oleh karena keberadaan sekalipun Bapak/Ibu ini sangat sibuk tapi sempat hadir ditempat ini. Oleh karena itu kami mengajak marilah kita berkolaborasi untuk menjadikan MAN 1 Lampung Utara ini sebagai percontohan. Semoga apa yang kita saksikan nanti dapat mengimplementasikannya, karena IKM ini prakteknya 75% dan teori 25%. Mari kita sama-sama mengamati dan menyaksikan apa yang sudah dipersiapkan.” Ucap Masir.

Pada kegiatan P5-P2RA ini menampilkan berbagai macam tarian adat lampung, menyanyi, puisi dan pantun menggunakan bahasa daerah di lampung, serta menyulam. Pungkas Masir. (tfr/cnm/ar).
Beberapa penampilan P5-P2RA bertemakan kearifan lokal (gelar karya dan pentas budaya):

