Lampung Utara, MAN 1 (Humas)– Diketahui bersama, perhatian dunia saat ini tertuju pada konflik Israel dengan Palestina. Konflik tersebut menyebabkan banyak warga Palestina meninggal dunia. Oleh karena itu, sebagai umat muslim perlu sekiranya menggelar aksi solidaritas, salah satunya dengan melaksanakan salat ghaib sebagai bentuk empati dan mendoakan korban yang meninggal dunia semoga syahid. Seperti yang dilakukan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Utara pagi ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai di Lapangan MAN 1 Lampung Utara, Sabtu (11/11).

Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan agenda rutin setiap sabtu yaitu salat dhuha. Oleh karena itu, seluruh warga madrasah melaksanakan salat dhuha berjamaah dilanjutkan salat ghaib yang diimami oleh Ustad Fahmi Arizal, S.Pd.I.

Kepala MAN 1 Lampung Utara Masir Ibrahim, M.Pd., dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif. Kita sebagai warga madrasah perlu memberikan rasa empati dan solidaritas untuk saudara-saudara di Palestina. Oleh karenanya, dengan dilaksanakannya salat ghaib ini kita bersama-sama mendoakan saudara muslim di Palestina yang meninggal dunia karena konflik. Selain itu, saya telah meminta Waka Humas agar berkoordinasi untuk penggalangan dana bagi saudara-saudara kita yang terkena dampak konflik. Salah satu bentuk kegiatan ini sebenarnya telah menjadi kegiatan Rohis MAN 1 Lampung Utara yang di bina oleh pak Endang Paturohman, S.Ag. dan ibu Tri Hayati, S.Pd. dengan nama program “segenggam beras”. Yang mereka kumpulkan setiap hari Sabtu, namun peruntukan nya adalah untuk siswa-siswi kita yang sangat memerlukan. “Semoga kegiatan-kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan rasa empati dan semangat persatuan bagi anak-anak didik kami di MAN 1 Lampung Utara,” pungkasnya.

Waka Humas, Taufiqur Rahman, M.Pd.I., dalam kesempatan terpisah menyampaikan “Agenda salat dhuha yang telah rutin setiap sabtu, berbeda dari kegiatan salat dhuha biasanya, hari ini kami warga madrasah juga bersama-sama melaksanakan salat ghaib untuk saudara kita di Palestina. Telah kita ketahui bersama, kurang lebih 9000 orang telah menjadi korban. Mari kita doakan semoga almarhum/almarhumah meninggal dalam keadaan syahid serta konflik Israel-Palestina segera berakhir, agar tidak menimbulkan korban yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Selain itu sesuai instruksi Kementerian Agama serta instruksi kepala Madrasah, kita akan coba melaksanakan penggalangan dana baik dari guru ataupun siswa yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan kemanusiaan ini. Tambahnya.
(tfr/her)

 

By MAN1LU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *