Lampung Utara, MAN 1 (Humas) – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya diikuti oleh Pengurus organisasi baru, untuk tingkat Sekolah Menengah. Pelatihan Dasar yang diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal Kepemimpinan kepada Pengurus organisasi yang nantinya akan menjadi Pemimpin pada masing-masing organisasi yang ada di madrasah.

 

 

Pada tanggal 23 – 25 Januari 2024, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Utara mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (ldks) bagi Pengurus organisasi yang berada di MAN 1 Lampung Utara. Tampak hadir dalam kegiatan, Kepala MAN 1 Lampung Utara, Masir Ibrahim, M.Pd., Waka Kesiswaan, Drs. Kausar, M.Pd.I., Waka Kurikulum, Yeni Agustina,S.Pd., Waka Humas, Taufiqur Rahman, M.Pd.I., Waka Sapras, M. Nasir, S.Pd.I., Pembina OSIS, Doni Kurniawan, S.Pd.I. dan Fitri Sepriantina, S.Ag., serta seluruh Pembina organisasi MAN 1 Lampung Utara.

 

Masir dalam sambutannya, mengatakan bahwa “LDKS melatih siswa untuk memiliki kemampuan dasar dalam memimpin. Karena kalian adalah siswa pilihan lebih dari 834 siswa yang ada. Maka bapak berpesan agar memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaiknya, pelajari, amati, ambil dan terapkan ilmunya”. Jadilah contoh seorang pemimpin yang baik minimal memimpin diri sendiri. Ucap Masir.

 

 

Menurut Doni yang diwawancarai disela-sela acara menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini, adik-adik peserta akan mendapatkan materi tentang Kepemimpinan. Selain pemateri dari dalam MAN 1 Lampung Utara, juga kita melibatkan TNI, pemateri dari Instansi KNPI Lampung Utara, Dosen UMKO, serta PMII Lampung Utara”. Tambah Doni.

 

 

Berikut ini Agenda Kegiatan LDKS MAN 1 Lampung Utara:

 

Dalam kesempatan lain, Masir yang juga diwawancarai di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa program LDKS ini adalah program tahunan yang wajib diikuti oleh Pengurus organisasi, karena dengan kegiatan LDKS ini diharapkan tumbuh kesadaran dan kemandirian siswa terkait berbagai hal selama menjadi seorang pelajar. Tidak bisa dipungkiri masih banyak siswa yang selalu bergantung pada orang tuanya mulai dari hal terkecil hingga hal-hal yang sebetulnya bisa dipersiapkan sendiri. Lama-kelamaan ketergantungan ini akan menjadi penyakit yang sulit untuk dihilangkan. Bagi siswa dari kalangan menengah kebawah kemandiriaan adalah hal mutlak. Tutup Masir. (tfr/cnm/ar)

By MAN1LU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *