Lampung Utara, MAN 1 (Humas)—Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Utara, Masir Ibrahim, M.Pd dan perwakilan guru MAN 1 Lampung Utara, Taufiqur Rahman M.Pd.I, menghadiri Pembinaan dan pendampingan persiapan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) madrasah berprestasi dari tanggal 3-5 Oktober 2023 di Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung, Selasa, (3/10/2023).
Kegiatan yang di buka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Dr. H. Puji Raharjo, S.Ag. SS. M.Hum. yang di dampingi Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag provinsi Lampung, H. Ahmad Rifai, SE.MM. Katim guru, Roswildan Akip, M.Pd.I. juga dihadiri kepala-kepala madrasah se Lampung, guru dan pengawas dilingkungan Kementrian Agama Provinsi Lampung.
Puji dalam arahannya menyampaikan kunci agar menjadi GTK berprestasi yaitu Pendekatan holistik dalam pendidikan mengacu pada konsep yang memandang siswa sebagai individu yang utuh, memperhatikan berbagai aspek kehidupan mereka, bukan hanya aspek akademis. Beberapa prinsip utama dalam pendekatan holistik ini meliputi:
1. Pengembangan Seluruh Individu: Mengakui bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan akademis, tetapi juga melibatkan perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kreatif siswa.
2. Pembelajaran yang Relevan: Menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran dengan kebutuhan, minat, dan bakat individual siswa untuk memastikan pembelajaran yang lebih efektif.
3. Perhatian terhadap Kesejahteraan Emosional: Memperhatikan kesejahteraan mental dan emosional siswa, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di sekolah.
4. Kolaborasi dengan Orang Tua: Melibatkan orang tua dan keluarga dalam pendidikan siswa, karena mereka memiliki peran penting dalam perkembangan holistik anak.
5. Pembelajaran Seumur Hidup: Menggalakkan sikap belajar sepanjang hayat dan kemampuan untuk terus belajar di luar kelas.
6. Evaluasi yang Holistik: Mengukur kemajuan siswa tidak hanya melalui tes akademis, tetapi juga melalui penilaian yang mencakup aspek-aspek lain seperti keterampilan sosial, kepemimpinan, dan etika.
7. Kepedulian terhadap Keadilan Sosial: Memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.
Pendekatan holistik mengakui bahwa pendidikan adalah proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor yang berkontribusi pada perkembangan seorang individu. Dengan fokus pada pengembangan seluruh individu, pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan mempersiapkan siswa untuk berhasil dalam berbagai aspek kehidupan. Ucap Puji.
(tfr/her/aas)
